Pages

Rabu, 01 April 2009

SiLuman Pemangsa Amarah

Di sebuah alam pada zaman dahulu kala, sesosok siluman masuk ke istana ketika raja sedang pergi. Siluman itu sangat buruk rupa, baunya sangat tak sedap, dan apa pun yang dia katakan begitu menjijikan sampai-sampai para pengawal dan pekerja istana terpaku dalam kengerian. karena itu si siluman enak saja melenggang ke ruangan dalam, menuju aula raja. melihat siluman itu dengan kurang ajarnya duduk di singgasana raja, para pengawal dan pekerja lainnya menjadi tersadar dari keterpakuan mereka.
"Keluar dari sini !!!" bentak mereka. "Kamu tidak boleh di situ ! jika km tidak mengangkat pantatmu sekarang juga, kami akan tebas kamu dengan pedang ini !!"
Karena Mendapatkan sedikit kata-kata amarah ini, siluman itu membesar beberapa inci, tampangnya bertambah jelek, tambah bau, dan omongannya makin jorok saja…
pedang-pedang di hunus, golok dikeluarkan dari sarungnya, ancaman telah di nyatakan. di setiap perkataan atau perbuatan yang di penuhi oleh amarah, bahkan di setiap pikiran marah pun, siluman itu menjadi tambah besar, tambah buruk, tambah bau, dan tambah kotor makiannya…
Pertempuran sudah berlangsung beberapa saat ketika sang raja tiba. dia melihat ada siluman raksasa yang sedang duduk di atas singgasananya. dia belum pernah melihat sesuatu yang jeleknya minta ampun seperti itu, bahkan di bioskop pun tidak. bau busuk nya yg bertebar dari tubuh siluman itu bahkan akan membuat belatung pun jatuh sakit. dan sumpah serapahnya pun lebih parah daripada yang pernah anda dengar di bar-bar terkumuh pada malam minggu yg berjubel pemabuk.
Sang Raja adalah seorg bijaksana. Dia menjadi Raja dari "NoL" dia menjadi org "Besar" dari "Kecil" dia tahu apa yang harus di lakukan. "Selamat datang" sapa sang raja dengan hangat. "selamat datang di istana saya. sudahkah seseorg menyuguhkan minuman untuk anda ? ato makanan ?"
Karena sedikit ungkapan yang lembut itu, tubuh siluman itu mengecil beberapa inci, keburukannya berkurang, baunya berkurang, dan kekasarannya berkurang.
para armada istana cepat tanggap dengan maksud sang raja. seseorg lalu bertanya kepada siluman itu apakah dia mau secangkir teh. "kami punya Darjeeling, English Breakfaz, atau Earl Gray. atau brangkali anda lebih suka pappermint? itu bagus untuk kesehatan anda, lho" yang laen na menelepon untuk memesan pizza, family Size!! untuk siluman sebesar itu, sementara yang laennya membuatkan sandwich, dengan "ham setan" tentu saja. seorg prajurit memijat kaki si siluman dan yg laen memijat lehernya. "Hmmm.. Enak sekali" pikir si siluman.
Karena setiap perkataan, perbuatan, dan pikiran yang baek itu, tubuh si siluman terus mengecil, berkurang buruknya, berkurang bau dan kekasarannya, sebelum pengantar pizza datang dengan antarannya, si siluman sudah susut ke ukuran semula ketika pertama kali dia datang dan duduk di singgasana raja. tetapi para penghuni istana tak berhenti berbuat baik. segera saja siluman itu menjadi begitu kecilnya sampai sulit di lihat lagi. lalu, setelah satu lagi perbuatan baik dilakukan, dia benar2 lenyap tak berbekas.
Siluman itu bisa di sebut sebagai "siluman pemangsa amarah"
suatu kali pasangan anda dpt menjadi "siluman pemangsa amarah" marahlah kepada mereka, dan merka akan bertambah parah… tambah jelek.. tambah bau… tambah galak kata-katanya… masalah yang ada menjadi bertambah besar setiap kali anda marah kepada mereka, meskipun cuma dalam pikiran saja. barangkali sekarang anda bisa menyadari kesalahan anda dan tahu harus berbuat apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar